CucuRann

pencari keadilan

Pengembangan Linkungan Sekolah Sehat Melalui Pemanfaatan Tria UKS

Posted by arykamara pada 29 DesemberUTCbTue, 02 Dec 2008 15:30:00 +0000000000pmTue, 02 Dec 2008 15:30:00 +000008, 2008

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Sekolah sebagai sebuah organisasi dituntut untuk dapat memecahkan: (1) masalah tentang bagaimana memperoleh sumber daya yang mencukupi dan dapat menyesuaikan dengan tuntutan lingkungannya, (2) masalah tentang upaya-upaya pencapaian tujuan pendidikan di sekolah, (3) masalah pemeliharaan solidaritas, dan (4) masalah upaya menciptakan dan mempertahankan keunikan nilai yang dkembangkan di sekolah.. Keempat hal di atas menjadi kerangka acuan dalam mengembangkan sekolah sehat. Sekolah sehat pada dasarnya merupakan bagian dari kajian tentang iklim sekolah atau budaya sekolah, yang di dalamnya membicarakan tentang kemampuan sekolah untuk mempertahankan kelangsungan hidup organisasi sekolah dan kemampuan sekolah dalam mengatasi berbagai tekanan eksternal yang dapat mengganggu terhadap pencapaian tujuan pendidikan di sekolah.
Melihat kondisi kesehatan dan kesadaran siswa terhadap kesehatan, maka perlunya peran aktif semua pihak didalam masalah kesehatan siswa, penyedia layanan kesehatan, masyarakat dan pemerintah perlu menjabarkan peta jalan pengembangan kesehatan sekolah secara terpadu dan berkelanjutan.

2. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
a. Bagaimanakah kondisi dan keadaan lingkungan sekolah?
b. Bagaimanakah pelaksanaan Tria UKS?

3. Tujuan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui tentang kondisi dan keadaan lingkungan sekolah serta pemanfaatan dan pelaksanaan Tria UKS oleh siswa.

B. PEMBAHASAN
1. Pengembangan Lingkungan Sekolah Sehat
Kita mengenal 2 sistem dalam sistem penyelenggaraan kesehatan yaitu KURATIF dan PREVENTIF-PROMOTIF. Dalam sistem kuratif, penyelenggara kesehatan bersikap pasif dan menunggu seseorang menjadi sakit. Pada pola preventif-promotif, penyelenggara kesehatan berperan aktif mempromosikan dan mencegah terjadinya penyakit, sebelum terjadi penyakit dan kecacatan bahkan kematian. Sistem kesehatan di Indonesia nampaknya juga mulai bergeser menuju promotif-preventif karena biaya yang dibutuhkan lebih sedikit.
Di samping itu sistem kesehatan preventif-promotif akan lebih mudah diterapkan di Indonesia mengingat sistem ini tidak harus dilakukan pada suatu sentra kesehatan tertentu, namun bisa dilakukan pada forum-forum non formal seperti pengajian, PKK, sekolah, dan lain-lain. Sistem kuratif kebanyakan akan sangat menguras kantong mengingat tingkat ekonomi masyarakat Indonesia yang kebanyakan menengah ke bawah. Disamping itu proses rehabilitasi pasca kuratif juga akan sangat menyita waktu dan biaya sehingga biaya sangat tidak efektif.

2. Tria UKS
Sekolah sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan formal haruslah melaksanakan Trias UKS,yaitu:
a. pendidikan kesehatan,
b. pelayanan kesehatan , dan
c. pembinaan lingkungan sehat, yaitu dengan melakukan 7K yaitu kesehatan, kebersihan, keindahan, kenyamanan, ketertiban, keamanan, dan kerindangan.
Upaya pembinaan kesehatan pada anak usia sekolah perlu dikembangkan, mengingat kelompok tersebut sangat potensial sebagai sumber daya manusia dalam pembangunan khususnya bidang kesehatan. Salah satu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut adalah melalui pembinaan pelayanan kesehatan anak usia sekolah.
Untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) maka perlu dilakukan suatu penjalinan kerja sama lintas program dan lintas sektoral dengan memperhatikan kebijaksanaan operasional yang telah ditentukan, seperti pelayanan kesehatan di sekolah kepada peserta didik dan masyarakat sekolah lainnya.
Guru merupakan ujung tombak pelaksanaan pendidikan di sekolah. Demikian juga terhadap pendidikan kesehatan. Sehingga pengetahuan guru mengenai pendidikan kesehatan harus memadai dan sesuai dengan perkembangan ilmu kesehatan saat ini.Dalam rangka mengembangkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Tingkat dan untuk lebih meningkatkan kualitas pelaksanaaan UKS, perlu dilaksanakan penataran guru UKS sebagai bagian dari pendelegasian wewenang di setiap sekolah. Oleh karena itu, penyampaian materi tentang kesehatan bagi guru UKS/Penjakes tingkat sekolah sangat dibutuhkan dalam rangka memperkaya pengetahuan dan kemampuan dalam bidang kesehatan.

3. Analisis dan Pemecahan Permasalahan
Tujuan Usaha Kesehatan Sekolah [UKS] adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan prilaku hidup bersih dan sehat dan derajat kesehatan peserta didik maupun warga belajar serta menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.
Organisasi kesehatan dunia ( WHO ) menyatakan bahwa untuk belajar dengan efektif, anak-anak memerlukan kesehatan yang baik. Untuk itulah, sekolah harus mampu dan menjadi suatu tempat yang dapat meningkatkan derajat kesehatan peserta didiknya. Menurut WHO, terdapat enam ciri utama suatu sekolah untuk bisa menjadi sekolah yang mempromosikan/meningkatkan kesehatan, yaitu :
a. Melibatkan semua pihak yang berkaitan dengan masalah kesehatan sekolah, yaitu peserta didik, orang tua, dan para tokoh masyarakat maupun organisasi-organisasi di masyarakat.
b. Berusaha keras untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman, meliputi sanitasi dan air yang cukup, pekarangan sekolah yang aman, bebas dari segala macam bentuk kekerasan dan pengaruh negatif serta bebas dari penyalahgunaan zat-zat berbahaya. Di samping itu, sekolah harus membina suasana yang memedulikan pola asuh, rasa hormat, dan saling percaya. Agar pelaksanaannya berjalan dengan baik, semua ini harus mendapat dukungan dari masyarakat.
c. Memberikan pendidikan kesehatan sekolah, dengan cara membuat kurikulum yang mampu untuk meningkatkan sikap dan perilaku peserta didik yang positif terhadap kesehatan, serta dapat mengembangkan berbagai keterampilan hidup yang mendukung kesehatan fisik, mental dan sosial. Serta dengan memerhatikan pentingnya pendidikan dan pelatihan untuk guru maupun orang tua.
d. Memberikan akses (kesempatan) untuk dilaksanakannya pelayanan kesehatan di sekolah, yaitu dengan mengadakan penjaringan kesehatan bagi siswa baru, diagnosis dini, pemantauan dan perkembangan, imunisasi serta pengobatan sederhana. Agar pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik, sekolah perlu membina kerja sama dengan puskesmas setempat. Di samping itu, sekolah perlu membuat program-program makanan bergizi dengan memperhatikan keamanan makanan.
e. Menerapkan kebijakan-kebijakan dan upaya-upaya di sekolah untuk mempromosikan/ meningkatkan kesehatan, yaitu membuat kebijakan yang didukung oleh seluruh staf sekolah termasuk mewujudkan proses belajar mengajar yang dapat menciptakan lingkungan psikososial yang sehat bagi seluruh masyarakat sekolah. Dalam menerapkan kebijakan, pihak sekolah harus memberikan pelayanan yang adil untuk seluruh siswa. Termasuk membuat kebijakan dalam masalah penggunaan rokok, penyalahgunaan narkoba, alkohol, serta pencegahan segala bentuk kekerasan/ pelecehan.
f. Bekerja keras untuk ikut atau berperan serta meningkatkan kesehatan masyarakat, denganmemerhatikan adanya masalah kesehatan masyarakat yang terjadi, serta berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat.
Setelah kita menyimak bahwa begitu pentingnya masalah kesehatan, sekolah perlu segera untuk melaksanakan program usaha kesehatan sekolah (UKS). Dalam pelaksanaan di lapangan, program UKS yang terdiri dari Trias UKS ini bisa diberikan dalam bentuk intra kurikuler maupun ekstra kurikuler.
Selain itu untuk menciptakan suatu kondisi sekolah yang sehat, sekolah harus memenuhi kriteria, antara lain kebersihan dan ventilasi ruangan, kebersihan kantin, WC, kamar mandi, tempat cuci tangan, melaksanakan pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan, bimbingan konseling dan manajemen peran serta masyarakat.
Saat ini sedang digalakkan yaitu seluruh sekolah mencapai kriteria sekolah sehat.
Pada dasarnya sekolah sehat adalah sekolah yang menyadari pentingnya pembangunan kesehatan di bidang promotif dan preventif, bukan hanya di bidang kuratif. Jadi adanya dokter di sekolah tidaklah menjamin bahwa sekolah tersebut merupakan sekolah sehat. Apalagi jika dokter di sekolah tersebut hanya datang seminggu sekali, atau sebulan sekali. Artinya pendekatan yang digunakan oleh dokter tersebut adalah hanya pendekatan kuratif dan rehabilitatif.

C. SIMPULAN
Sekolah sehat mengedepankan pencegahan dan promosi kesehatan sehingga lebih utama mencegah sakit daripada menunggu sakit. Sehat itu sendiri mencakup 5 aspek yaitu sehat secara fisik, psikis, sosial, dan spiritual. Untuk itu, disusun kriteria utama dari sekolah sehat yaitu adanya program pendidikan dan pelayanan kesehatan, makanan sehat, pendidikan olahraga, pendidikan mental serta program lingkungan sekolah sehat dan aman. Jika suatu sekolah telah melaksanakan 5 kriteria sekolah sehat tersebut di atas secara integratif dan berkesinambungan maka bisa dikatakan bahwa sekolah tersebut memenuhi standar sekolah sehat secara internasional.
Dalam tingkat pencapaiannya ada empat macam kategori, yaitu minimal, standar, optimal, dan paripurna. Setiap sekolah dapat meningkatkan tingkat kesehatannya melalui kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Sekolah yang baik dan bisa dinyatakan sebagai sekolah sehat adalah sekolah yang telah memenuhi kategori paripurna. Oleh karena itu, untuk menciptakan suatu kondisi sekolah yang sehat, dapat dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan. Agar pelaksanaan program ini berjalan dengan baik, sekolah perlu bekerja sama dengan tim pembina UKS kecamatan dan masyarakat di sekitar sekolah

DAFTAR PUSTAKA
Akhmad Sudrajat, Sekolah Sehat dan Sekolah Sakit, http://akhmadsudrajat. wordpress.com, Web page diakses pada 4 Nopember 2008
Dadyx Wenhru, Menciptakan Sekolah Sehat dengan Trias UKS, http:// dadyx.blogspot.com, Web page diakses pada 4 Nopember 2008.
Dr. Y, Standart Sekolah Sehat, http://healthyschool.wordpress.com, Web page diakses pada 4 Nopember 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: